Category Archives: Sastra

Cukup Bagiku…

“Cukup bagiku.. hadirmu… .”

Mmmhh.. sepenggal lirik lagu dari KLa itu kayaknya pas.. ha..ha..  iya, aku gak perlu lebih dari itu koq.. cukup buat aku bahwa kamu tau itu.., dan aku juga mengetahuinya… Terima kasih atas semuanya..  satu hal yg pasti, apapun yg nanti terjadi, tidak akan merubah apapun yg ada kecuali mungkin menjadi lebih baik buatmu… :D

“Here With Me…” sesuatu yang manis dari Dido…

I didn’t hear you leave
I wonder how am I still here
And I don’t want to move a thing
It might change my memory

Oh I am what I am
I do what I want
But I can’t hide

And I won’t go
I won’t sleep
I can’t breathe
Until you’re resting here with me

And I won’t leave
I can’t hide
I cannot be
Until you’re resting here with me

I don’t want to call my friends
For they might wake me from this dream
And I can’t leave this bed
Risk forgetting all that’s been

Oh I am what I am
I do what I want
But I can’t hide

And I won’t go
I won’t sleep
I can’t breathe
Until you’re resting here with me

I won’t leave
I can’t hide
I cannot be
Until you’re resting here

I won’t go
And I won’t sleep
And I can’t breathe
Until you’re resting here with me

And I won’t leave
I can’t hide
I cannot be
Until you’re resting here with me

Oh I am what I am
I do what I want
But I can’t hide

And I won’t go
I won’t sleep
And I can’t breathe
Until you’re resting here with me

I won’t leave
I can’t hide
I cannot be
Until you’re resting here

And I won’t go
And I won’t sleep
And I can’t breathe
Until you’re resting here with me

I won’t leave
I can’t hide
I cannot be
Until you’re resting here with me…

“Oh mungkin kamu tak pernah tau, betapa sakitnya aku..”

Sekilas lirik itu tiba-tiba saja terlintas dalam kepalaku, diiring angin yang menampar2 tubuhku.. Melalui  bayang-bayang pepohonan malam dalam hening..  Setelah semuanya berlalu begitu saja…

Iya, Dunia terasa sangat sepi malam itu… ada beban berat menumbuk dadaku.. dan menyisakan sesak dalam setiap udara yang kuhela..  Aku tahu kamu mengerti, aku tahu kamu memahamiku… aku tahu kamu melakukannya untukku.. , tapi “mungkin kamu tak pernah tahu, betapa sakitnya aku…” (Reza&Masaki Ueda)

“Patah Hati itu Indah…” (Gerimis malam di Malioboro)

Setelah kedatangan dua orang kawan, yang baru datang dari jakarta, maka kami pun memutuskan jalan-jalan sambil menikmati suasana malam jogja yang tenang… di tengah jalan kemudian kami sepakat untuk mencari “Amer” sebagai teman nongkrong kami nanti di depan Gedung Agung… setelah putar-putar, Jl. Paris – Katamso – Gondomanan – Pakualaman – Lempuyangan – Jl.Mataram, Bunderan PLN Tugu dan akhirnya baru dapet di warung depan Stasiun Tugu/Sarkem.
Di sepanjang jalan kami mengobrol, ketawa-ketiwi, menumpahkan semua yg ada dalam kepala ataupun dada kami… ha..ha…ha… dan isyu utama yg kami bahas adalah persoalan “Patah Hati bagi Laki-laki” ha…ha…
Obrolan tersebut sangat pas, karena suasana dan iklim juga mendukung… Tiba-tiba kami merasakan ada titik-titik air yang jatuh menimpa kami dan menebarkan Aroma Khas hujan yang menyesakkan dada dan membuat sesuatu yang beda dalam otak kami… yang membuat semua obrolan semakin bersemangat dan lebih jujur… mulai terbuka dengan peristiwa-peristiwa pribadi (yg selama ini bagi kaum laki2 agak tabu membicarakannya bersama)yang erat berkaitan dengan titik-titik air dari langit… apalagi kalo bukan pengalaman2 patah dan kusutnya hati yang dilampiaskan ditengah hujan… ha…ha..ha… dasar!!! sok tangguh!!! ternyata semua (kami ber3) hampir mempunyai pengalaman buruk tetapi sangat manis dan nikmat… yang kami juga jujur merindukan moment2 “kehancuran” dan “kehilangan” seperti itu… ha..ha…
Kami pun sudah sampai di depan Gdg Agung, Malioboro. Obrolan kami pun dilanjutkan di tengah guyuran hujan yg mulai menderas… tetapi ada sesuatu kesepakatan bersama tanpa suara untuk tetap bertahan diguyur hujan dan mencoba merasakan kembali kenangan2 yang pernah kami rasakan… akhirnya kami cuma berteduh di bawah2 palem dan menghisap rokok serta mulai membuka botol pertama kami…
baru kami mulai mengobrol, kami terkesima… dari seberang kami saksikan sepasang insan yang berumur lanjut, dengan mesra dan penuh kasih dalam dekapan dibawah guyuran air yang jatuh dengan keliatan roman2 muka bahagia… dengan pancaran mata penuh kasih… yang sungguh2 membuka mata kami dan seakan2 menunjukkan pada kami “Ini lho CINTA wahai anak-anak muda…”
ya… kawanku menimpali dengan setulusnya… itulah cinta… yang tak takkan terganggu dengan air hujan… bahkan alkohol akan semakin menguatkan ikatan kasih itu… ha..ha… sok mello sih memang… tapi jangan munafik jugalah…

kami melanjutkan minum, merokok dan mengobrol tentang banyak hal… menikmati pandangan gadis2 malam malioboro dan sesekali menyaksikan pengendara motor/mobil yang melintas… memandangi gemerlap lampu BI dan Kantor Pos.. sesekali beranjak ke pagar istana dan kecing disitu… dan sering kali aku berfikir, kapan lagi bisa mengencingi pagar istana negara dibawah tatapan paspampres yang ada di pos-nya… ha…ha… cuma di Malioboro itu bisa dilakukan…
Kami juga membahas tentang semakin tergerusnya suasana kebebasan berekspresi dan kebersamaan yang menjadi khasnya malioboro… bahwa sekarang sering terjadi tawuran karna hal-hal gak jelas dan seringnya razia oleh polisi dan Pol PP yang sudah tidak pandang bulu… bahkan sering salah sasaran… sehingga penikmat dan pencari inspirasi ataupun mengolah dirinya di malioboro jadi gak bisa melakukan aktivitasnya dengan tenang… karena was-was tiap waktu bakal kena garukan… memprihatinkan…
Ahh… botol pertama abis dan datang satu kawan lagi dan ikut nimbrung… obrolan pun berlanjut dengan diselingi joke-joke yang kadang berbau filosofis sampai berbau pornografi… ha..ha..ha… biasalah obrolan laki-laki…
Oh iya… lupa… hujan yang mengguyur tadi udah reda dan sekarang jadi rintik2 kecil aja… dan kami tetap saja bertahan dengan baju, celana dan jacket yg basah.. dasar kami sudah gila kali yaa…
setelah terus melanjutkan obrolan tentang arti perkawanan, persahabatan dan lain sebagainya sambil terus juga diiringi kepulan2 asap rokok dan tenggakan amer… akhirnya terdengar lamat2 imsak di kejauhan… dan kami pun cukup sudah menikmati malam hujan dengan beribu obrolan di Malioboro ini…
Yah… lumayan menyegarkan otak kami, dengan beribu inspirasi baru muncul yang tidak sabar segera ingin aku kerjakan…
Satu hal… kami mengeluarkan teori baru… “Patah Hati itu Indah…”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.